10 Orientasi Pancasila

Share Button

Sebagai ideologi bangsa dan dasar Negara, Pancasila merupakan batu pijak dalam menentukan arah kehidupan bangsa ke depan. Nilai-nilai Pancasila mencakup seluruh kebutuhan hak-hak dasar dan azasi manusia sehingga merupakan landasan dan falsafah hidup bangsa Indonesia yang heterogen, baik dari aspek agama, etnis, ras, bahasa, golongan maupun kepentingan. Apabila dibandingkan dengan ideology lain di dunia, maka Pancasila mempunyai orientasi sebagai berikut:

  1. Pancasila merupakan orientasi kemanusiaan yang berarti bahwa bukan hanya sila kedua (kemanusiaan yang adil dan beradab), melainkan juga keempat silanya merupakan nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri yang melandasi seluruh kehidupan kenegaraan bangsa Indonesia. Pancasila merupakan ideology terbuka yang berorientasi pada kemanusiaan.
  2. Pancasila mengakui Tuhan sebagai pencipta dan sumber keberadaan serta menghargai penghayatan religius dalam masyarakat sebagai hal yang bermakna. Penghayatan religius yang terwujud dalam kehidupan keagamaan dan kepercayaan menunjukkan kelengkapan dan keutuhan manusia sebagai pribadi.
  3. Visi Pancasila tentang manusia selalu bersifat integral sebagai manusia seutuhnya dan masyarakat seluruhnya. Kehidupan manusia tidak dapat direduksi ke dalam sektor ekonomi belaka, tetapi juga menemukan dasar infrastruktur di dalam bidang-bidang lain. Dengan demikian pembangunan ekonomi harus direncanakan secara integral bersama bidang-bidang lain untuk mewajibkan mutu hidup masyarakat. Pancasila melihat masyarakat sebagai kenyataan budaya yang terungkap, baik secara infrastruktur maupun suprastruktur dalam berbagai kehidupan sosial, ekonomi, politik, budaya dan hankam.
  4. Pandangan Pancasila juga mengakui adanya beberapa tingkatan atau kelas dalam masyarakat. Ini adalah kenyataan yang tidak dapat disangkal. Dalam masyarakat tentu terdapat perbedaan kepentingan yang apabia tidak diatur secara baik dapat mengakibatkan terjadinya sengketa atau perselisihan.
  5. Pandangan Pancasila tentang hak milik pribadi pada dasarnya diakui sebagai factor yang diperlukan untuk perkembangan pribadi manusia dan penjagaann mobilitas masyarakat. Akan tetapi hak milik tersebut juga mempunyai fungsi sosial.
  6. Berkaitan dengan penjajahan atau alienasi, kehadiran Pancasila justru tercetus untuk menghapuskan segala bentuk penjajahan. Penjajahan asih terdapat di dunia baik dalam masyarakat kapitalis maupun masyarakat komunis atau sosialis.
  7. Aspek moral Pancasila berkaitan dengan kewajiban setiap warga Negara Indonesia untuk berusaha memperbaiki kehidupan bersama berdasarkan kelima sila sebagai nilai susila dengan kemampuan dan keahlian masing-masing. Secara moral, setiap warga Negara perlu menghayati dan mengamalkan Pancasila dengan kesadaran hatinya bahwa nilai-nilai Pancasila benar-benar menunjukkan martabat warga Negara sebagai insane ohani.
  8. Berkaitan dengan Negara, Pancasila memang Negara bukan milik kelompok kelas tertentu, melainkan milik Negara dan seluruh rakyat, sehingga harus memperhatikan kepentingan seluruh rakyat. Negara bertitik tolak dari warga-warganya yang diakui sebagai pribadi yang mandiri, bebas, dan bertanggungjawab. Oleh karena itu, Negara Pancasila merupakan Negara demokrasi bahwa kekuasaan dating dari rakyat, kekuasaan dijalankan oleh rakyat melalui perwakilan, dan kekuasaan dlaksanakan untuk kepentingan rakyat seluruhnya.
  9. Berkaitan dengan demokrasi, demokrasi Pancasila secara konsekuen tidak menghendaki adanya skap dogmatis dalam partai, tetapi justru hendak menumbuhkan sikap dewasa. Oleh karena itu, skap kritis rasional harus dihargai dan dikembangkan untuk mempertinggi daya kreatifitas partai.

Berkaitan dengan nasionalisme, dengan mengakui azas kemanusiaan yang adail dan beradab, secara tegas Pancasila menyatakan bahwa nasionalisme adalah azas yang fundamental.

(DP)


About admin