Monthly Archives: March 2013

Lomba Blog Pusaka Indonesia Dipuji oleh Salah Seorang Juri

Post Image
Share Button

Amril Taufiq Gobel adalah salah seorang blogger senior Indonesia yang dipercaya sebagai salah seorang juri lomba blog Pusaka Indonesia. Beliau ini aktif di salah satu komunitas blogger tertua di Indonesia, yakni Blogfam. Tadi pagi (29 Maret 2013), mas Amril menulis twit di akun Twitternya, yang berisi   pujian terhadap lomba blog kita ini. Katanya: Selama […]


Tiga Peserta Lomba Blog Dinyatakan Gugur

Post Image
Share Button

Ada tiga peserta lomba blog yang dengan terpaksa kami nyatakan gugur. Karena mereka mengirim pendaftaran setelah jam 24.00 WIB tadi malam (28 Maret 2013). Ketiga peserta tersebut adalah: – Ad*** U***t (mengirim pendaftaran pada jam 00.04 atau 24.04 tengah malam WIB) – Gi** R**y Pr***a (mengirim pendaftaran pada jam 00.06 atau 24.06 tengah malam WIB) – […]


Pengamalan Pancasila tak Sepenuhnya Ibid Dampak Globalisasi

Post Image
Share Button

Oleh: Yustika Kusuma Putri Untuk menghadapi perubahan yang mendunia itu kita harus sepintar mungkin mem-filter budaya asing yang masuk ke negri kita agar tidak ada kerusakan pada moral bangsa. Dan kita tidak boleh meninggalkan nilai-nilai luhur budaya bangsa kita termasuk yang terangkum dalam Pancasila. Namun bukan berarti kita harus tertutup dari kemajuan yang ada, berarti […]


Refleksi Pancasila: Jejaring Sosial Sinergitas Perjuangan Anak Muda

Post Image
Share Button

Oleh: Arfika Pratiwi Awal kebangkitan bangsa Indonesia ditandai dengan berdirinya banyak organisasi. Sejarah telah mencatat mulai dari organiasi pemuda seperti Budi Utomo, Tri Koro Darmo, Jong Java, Jong Sumatra Bond hingga akhirnya terbentuk sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928. Setelah dekade yang lama siapa yang mengira bahwa nyala api perjuangan itu masih ada. Di tengah […]


Agar Pancasila Ndak Basi!

Post Image
Share Button

Oleh: Adlil Umarat Dalam hati saya berpikir, “Masih layakkah gaya kampanye yang seperti itu? Mohon maaf banget sebelumnya. Bukankah itu cara basi yang sudah jauh ditinggalkan orang masa kini? Mengajak tanpa memberi contoh kongkret? Bukankah partai-partai banyak tersangkut kasus korupsi? Masih berani mengajak masyarakat agar berjiwa Pancasila?” Begitu gumam saya dalam hati.