5 Penulis Indonesia yang Karyanya Mendunia

Share Button

rezeki nomplok

Bekerja di dunia penulisan  nampaknya belum menjadi profesi yang dicita-citakan anak-anak Indonesia. Minat baca masyarakat yang rendah dan kehidupan penulis yang belum bisa menjanjikan menjadi alasannya. Dukungan pemerintah terhadap dunia penulisan juga sangat minim dan tidak ada terobosan yang berarti.

Berdasarkan data UNESCO tahun 2012, minat baca penduduk Indonesia adalah 1 banding seribu. Jika penduduk RI saat ini sekitar 250 juta berarti yang hobi membaca hanya 250 ribu orang. Namun dari angka 250 ribu orang ini yang benar-benar membeli buku lebih kecil. Hal inilah yang mebuat secara IPTEK, Indonesia ketinggalan jauh dari Negara lain. UNDP merilis angka melek huruf orang dewasa Indonesia 65,5 persen, di Malaysia sudah capai 86,4 persen.
Minat baca jadi indikator penting serta faktor utama untuk menjadi sebuah bangsa maju.
Misalnya, sejumlah pengamat mencatat 10 hal penyebab Jepang maju, antara lain kerja keras, inovasi, hidup hemat dan budaya baca.

Meski minat baca yang rendah, dan lesunya dunia penulisan di tanah air, namun bukan berarti hasil karya anak bangsa hanya roman picisan. Berikut 5 penulis Indonesia yang diakui dunia.

1.Pramoedya Ananta Toer

Siapa yang tak kenal dengan Pram, penulis yang tetap produktif meski dalam penjara. Karyanya yang luar biasa salah satunya adalah Tetralogi Pulau Buru yang ditulis oleh dirinya ditengah keterasingan ketika menjadi tahanan politik di Pulau Buru selama 10 tahun. Pram telah menghasilkan lebih dari 50 buku dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

Prestasinya sebagai sastrawan kebanggaan Indonesia membuatnya diganjar dengan berbagai penghargaan internasional seperti Fredom to Write Award dari PEN American Center, penghargaan dari The Fund for Free Expression, Wertheim Award, Ramon Magsaysay Award, UNESCO Madanjeet Singh Prize dan masih banyak lagi

2.Taufik Ismail

Taufik Ismail merupakan salah satu sastrawan kebanggan kita, lahir pada 25 Juni 1935 karya-karyanya diterjemahkan kedalam banyak bahasa salah satunya Inggris, Prancis, Jerman, Rusia dan China.

Taufik Ismail dulunya berkuliah di Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan UI (sekarang IPB), akan tetapi kesukaannya terhadap sastra menjadikannya salah satu tokoh penting yang juga turut mendirikan DKJ. Taufik Ismail pernah mendapatkan penghargaan Cultural Visit Award dari Australia, South East Asia Write Award dari Kerajaan Thailand dan masih banyak lagi.

3.Ahmad Thohari

Bagi kamu yang pernah menonton Sang Penari  pasti tahu bahwa film tersebut diangkat dari karya sastra Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Thohari. Sastrawa yang lahir pada 13 Juni 1948 ini pernah berkuliah di Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun, Fakultas Ekonomi Universitas Sudirman dan Fakultas Sosial Politik Universitas Sudirman.

Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, Jerman, Belanda dan Inggris. Selain karyanya yang diterjemahkan dalam berbagai bahasa, Ahmad Thohari pun mendapat penghargaan Sastra ASEAN, SEA Writer Award di tahun 1995.

4.NH Dini

Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau yang akrab kita sebut NH Dini lahir pada 29 Februari 1936 adalah seorang sastrawan, novelis dan feminis Indonesia. Peraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra ini telah melahirkan lebih dari 20 buku yang banyak bercerita tentang wanita.

Karya-karyanya antara lain Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975), Pertemuan Dua Hati (1986) dan masih banyak lagi yang diambilnya dari realita dan kepekaan terhadap lingkungan. Anaknya, seperti kita tahu Pierre Coffin adalah Sutradara film Despicable Me

5.Mochtar Lubis

Mochtar Lubis lahir di Padang pada 7 Maret 1922. Karya-karyanya antara lain Perempuan(1956), Kuli Kontrak(1982), Harimau! Harimau! (1975) dan banyak lagi baik cerpen, essai ataupun novel. Mochtar Lubis pernah mendapat penghargaan Magsaysay Award dari Pemerintah Filipina dan Pena Emas dari World Federation of Editor & Publisher.

Nah, itulah 5 Penulis Indonesia Paling Terkenal Di Dunia. Banyak juga sastrawan lainnya yang kita miliki mulai merambah kancah internasional seperti Andrea Hirata, Dewi Lestari, dan lainnya. Jadi, mari terus tingkatkan kegemaran membaca dan produktifitas menulis. Semoga Indonesia bisa semakin mendunia lewat karyanya.(berbagai sumber)

 

 

Dudun Parwanto

Penulis 20 Buku dan Ghost Writer

Training penulisan untuk perusahaan

http://pelatihanpenulisan.blogspot.com/

 

 



About admin