Category Archives: Naskah Peserta

Pengamalan Pancasila tak Sepenuhnya Ibid Dampak Globalisasi

Post Image
Share Button

Oleh: Yustika Kusuma Putri Untuk menghadapi perubahan yang mendunia itu kita harus sepintar mungkin mem-filter budaya asing yang masuk ke negri kita agar tidak ada kerusakan pada moral bangsa. Dan kita tidak boleh meninggalkan nilai-nilai luhur budaya bangsa kita termasuk yang terangkum dalam Pancasila. Namun bukan berarti kita harus tertutup dari kemajuan yang ada, berarti […]


Refleksi Pancasila: Jejaring Sosial Sinergitas Perjuangan Anak Muda

Post Image
Share Button

Oleh: Arfika Pratiwi Awal kebangkitan bangsa Indonesia ditandai dengan berdirinya banyak organisasi. Sejarah telah mencatat mulai dari organiasi pemuda seperti Budi Utomo, Tri Koro Darmo, Jong Java, Jong Sumatra Bond hingga akhirnya terbentuk sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928. Setelah dekade yang lama siapa yang mengira bahwa nyala api perjuangan itu masih ada. Di tengah […]


Agar Pancasila Ndak Basi!

Post Image
Share Button

Oleh: Adlil Umarat Dalam hati saya berpikir, “Masih layakkah gaya kampanye yang seperti itu? Mohon maaf banget sebelumnya. Bukankah itu cara basi yang sudah jauh ditinggalkan orang masa kini? Mengajak tanpa memberi contoh kongkret? Bukankah partai-partai banyak tersangkut kasus korupsi? Masih berani mengajak masyarakat agar berjiwa Pancasila?” Begitu gumam saya dalam hati.


Pancasila 2.0 : Eksistensi Identitas Nasional dalam Kehidupan Generasi Muda

Post Image
Share Button

Oleh: Muhammad Akida Pratama Generasi muda kita sudah semakin memprihatinkan. Tidak terlalu menjadi masalah jika itu hanya sebatas gaya ataupun pengetahuan. Namun seperti yang saya bilang modernitas yang semakin maju sudah merasuk hingga memengaruhi pola pikir mereka. Kita lihat saja bagaimana kehidupan yang jauh dari norma semakin bertumbuh liar. Free sex, narkoba, hingga menghalalkan berbagai […]


Tak Hanya Mengenal Identitas Pancasila

Post Image
Share Button

Oleh: Nadia Fitriani Belum ditemukannya alat pemfilter tercanggih, bukan berarti pengaruh-pengaruh yang kurang baik itu tidak bisa disaring. Telah ada alat penyaring terbaik yang telah dimiliki bangsa ini, yakni ideologi negara, Pancasila. Mengapa?