Indonesia Menjadi Sasaran Perang Ideologi Dunia

Share Button

Arus globalisasi dan gelombang reformasi telah mengakibatkan terjadinya benturan di masyarakat. Iklim keterbukaan dan kebebasan yang menyertainya melahirkan berbagai peristiwa politik, sosial dan budaya yang mempengaruhi Pancasila sebagai ideology Negara. Fenomena itu antara lain munculnya kekerasan, merebaknya konflik daerah, pemahaman agama yang ekstrem dan permasalahan lainnya yang mengancam kesatuan bangsa.

Berbagai peristiwa tersebut menandakan memudarnya ideology nasional sehingga kelangsungan bangsa dan Negara Indonesia mulai dipertanyakan. Kenyataannya memang situasi hangat paska reformasi Indonesia mulai dilirik bangsa lain yang mempunyai kepentingan terhadap RI. Secara ideology, di dunia ini sedang terjadi peperangan ideology yang dibarengi dengan perang kepentingan di dunia yang menjadikan Negara berkembang termasuk Indonesia sebagai wilayah peperangan tersebut.

Negara-negara kapitalis haus untuk menguasai habis sumber-sumber ekonomi Negara berkembang dengan cara memaksa Negara lain mengikuti globalisasi. Pemaksaan ini untuk mengikuti cara berpikir, system politik, system sosial dan ekonomi mereka. Demokrasi yang diusung oleh kaum democrat liberal da democrat sosial dijajakan secara paksa terhadap masyarakat dunia ketiga dengan bungkus globalisasi.

Cengkeraman Ideologi Barat

Ideologi besar dunia yang diwakili demokrasi liberal dan demokrasi sosial saling menyulap dunia ketiga sebagai bagian dari mereka. Respon Negara-negara berkembang terhadap tekanan ideology Barat berbeda-beda. Sebagian mengikuti apa yang menjadi kemauan Negara-negara besar karena tidak tahu bagaimana cara melepaskan diri dari jeratan ekonomi Negara Barat. Sebagian tetap tegar pada ideology dan system sendiri dengan cara mengisolasi atau melakukan penyesuaian.

Namun ada juga sebagian yang mempunyai kesadaran untuk melawan Negara Barat. Ada kelompok yang melawan secara terang-terangan misalnya kelompok Alqaeda, sehingga oleh Negara Barat dicap sebagai teroris. Kelompok lain yang melawan Barat adalah kaum nasionalis yang berusaha menahan asrus tekanan Barat di segala bidang dengan cara membangkitkan segenap kekuatan spiritual dan material bangsa agar bangsa tersebut tetap bertahan dan tetap bermartabat serta berkepribadian.

Alqaeda dan sejenisnya yang menjadikan “Islam” sebagai ideology perjuangan dianggap sebagai musuh bersama oleh kaum demokrasi liberal dan sosial sehingga keberadaannya diberantas hingga ke berbagai Negara. Sementara Negara-negara nasionalis yang melawan Barat pun mendapat berbagai serangan dalam bentuk ekonomi, sosial dan politik. Antara lain dilakukan dengan sanksi ekonomi dan embargo yang bertujuan untuk memperlunak sikap terhadap ideology Barat.

Indonesia kini dengan lunturnya nilai Pancasila menjadi incaran ideology tersebut Secara tidak disadari sebagian masyarakat kita telah menjadi sekutu ketiga ideology tersebut. Tidak sedikit para elite nasional secara lantang menyuarakan kepentingan dari paham demokrasi liberal dan sosial tanpa saringan. Misalnya dengan mengupayakan penjualan BUMN strategis tanpa mempertimbangkan hajat hidup orang rakyat banyak sebagaimana amanat konstitusi yang terpengaruh paham demokrasi liberal.

Sementara mereka yang meneriakkan referendum di daerah konflik merupakan contoh pengikut demokrasi sosial. Demkrasi liberal dan sosial Barat bertujuan sama yakni menguasai sumber-sumber ekonomi Indonesia. Lawan sejati kelompok demokrasi adalah mereka yang menggunakan symbol Islam sebagai slogan perjuangan. Sebagian melakukan perjuangan melalui saluran sosial politik, sebagian mengadopsi paham radikal Timur Tengah dan sebagian melakukan aksi terror.

Benturan ketiga ideology dunia tersebut saat ini mewarnai kondisi negeri ini dan menimbulkan ketidakstabilan bangsa. Teror sebagai metode perlawanan terhadap demokrasi sosial dan demokrasi liberal telah kita rasakan dampaknya. Berkaitan dengan itu, maka perlu reorientasi dan reaktualisasi falsafah Negara Pancasila. Karena Pancasila merupakan landasan perubahan dan orientasi bagi pelaksanaan pembangunan bangsa dan persatuan dalam aspek agama, etnis, ras, bahasa, golongan dan kepentingan. (DP)



About admin