Monumen Proklamasi, Tempat Deklarasi Kemerdekaan RI

Share Button
Sumber foto: gedoor.com

Sumber foto: gedoor.com

Tanggal 17 Agustus 1945, di Jl.Pegangsaan Timur no.56 Jakarta Pusat, dwitunggal proklamator Ir.Sukarno membacakan naskah proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia bersama Mohammad Hatta yang akhirnya menjadi presiden dan wakil presiden pertama RI. Ditempat inilah 68 tahun lalu bendera kebangsaan Indonesia yang dijahit Ibu Fatmawati Soekarno dikibarkan pertamakali. Kawasan ini dulu merupakan rumah tinggal Ir.Sukarno bersama keluarga.kesayangannya.  Rumah bersejarah ini sekarang disebut dengan Gedung Proklamasi semenjak tahun 1960. Pada 17 Agustus 1980 Soeharto meresmikan monumen Proklamasi dimana Soekarno-Hatta membacakan naskah proklamasi.

Monumen Proklamasi terdiri dari 17 pilar tepat dibelakang patung proklamator yang menggambarkan tanggal kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 patung Ir.Sukarno yang sedang membaca naskah proklamasi dan diseberangnya patung Drs.mohammad hatta dan tepat di tengah-tengah mereka terdapat tulisan naskah proklamasi diatas batu marmer hitam tepat dibawah batu marmer tersebut terdapat piagam persmian monumen proklamator oleh Soeharto.

Selain monumen diatas disudut lain juga terdapat tugu berbentuk obelisk yang bernama Tugu Peringatan Satoe Tahoen Repoeblik Indonesia.tugu yang dibangun tepat 1 tahun kemerdekaan Indonesia ini diresmikan pada 17 Agustus 1946 saat dimana perjuangan kemerdekaan Indonesia sedang menghebat suatu usaha yang berani yang ditunjukkan bangsa Indonesia.di sisi tugu ini tertulis tulisan yang dipahat di marmer berbunyi atas oesaha wanita Djakarta.sedang disisi lainnya terdapat tulisan naskah proklamasi dalam marmer dan peta indonesia dalam marmer.

Menurut sejarah, Gedung ini dibangun tahun 1920 sempat menjadi kantor perusahaan asuransi Pt Jiwasraya saat Tentara Jepang memasuki Indonesia gedung ini menjadi kediaman seorang laksamana angkatan laut kerajaan Jepang Laksamana Maeda setelah Indonesia merdeka gedung ini seperti gedung-gedung lainnya dinasionalisasi dan sempat menjadi kantor pemerintah dan kedubes Inggris hingga akhirnya dengan mempertimbangkan nilai historis maka pemerintah mengubahnya menjadi museum perumusan naskah proklamasi.

Koleksi Monumen

Sebelum memasuki museum ini terdapat foto-foto gedung ini yang bergaya art deco dengan dominan cat warna putih.gedung ini memiliki beberapa ruangan. Ruangan yang pertama kali kami masuki adalah ruangan perumusan naskah proklamasi yang merupakan ruangan terbesar di gedung ini.di ruangan ini terdapat 11 kursi dan 1 meja panjang dari jati ditengah-tengah dan terdapat nama-nama peserta sidang yang ikut menyusun naskah proklamasi di dinding tengah ruangan terpasang foto-foto peserta sidang dan marmer putih besar bertuliskan naskah proklamasi dan di sisi lain ada foto Ir.Sukarno membacakan naskah proklamasi dan tulisan pidato yang dibacakan beliau saat proklamasi.

Terdapat sebuah ruangan kecil yang hanya cukup 2 dimasuki orang dimana di rungan ini terdapat patung Sayuti Melik sedang mengetik naskah proklamasi diawasi patung B.M Diah yang berdiri tepat disampingnya inilah ruangan pengetikan naskah proklamasi. Di ruangan lain nampak patung Ir.Sukarno, Mohammad Hatta dan tokoh pergerakan lainnya inilah yang disebut ruang pengesahan/penandatanganan naskah proklamasi tempat dimana Ir.Sukarno dan.Mohammad Hatta menandatangani naskah proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia atas nama Bangsa Indonesia.peristiwa penandatangan ini berlangsung pada pukul 2.00 WIB dini hari tanggal 17 Agustus 1945.

Di lantai 2 terdapat patung setengah badan I Goesti Ketut Poedja dan pakaian serta peninggalan lain peserta pertemuan.terdapat juga foto-foto berkaitan dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia seperti foto pertemuan mengharukan Jenderal Besar Soedirman dengan Ir.Sukarno di Yogyakarta tahun 1949,foto perundingan dan sebagainya.

Setelah era reformasi, selain menjadi tempat yang spesial untuk acara peringatan Hari Kemerdekaan RI tiap tahunnya, lokasi ini pun menjadi tempat pilihan bagi berkumpulnya para demonstran untuk menyuarakan pendapat-pendapatnya. Lain halnya ketika sore menjelang. Pada hari-hari yang biasa, para penduduk yang tinggal tak jauh dari lingkungan taman ini kerap berkunjung ke Tugu Proklamasi untuk berbagai aktivitas. Tempat ini menjadi tempat favorit anak-anak bermain, arena berolahraga, tempat berkumpul dan bertemu, atau hanya untuk duduk-duduk saja menghabiskan sore hingga senja datang. (DP/ berbagai sumber)



About admin