Nilai Dasar sila Kedua dalam Pancasila

Share Button

110px-Pancasila_Sila_2_Chain (1)

Dengan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, manusia diakui dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa. Memiliki derajat, hak dan kewajiban asasi yang sama tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama dan kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

Adil pada hakekatnya berarti memberikan atau memperlakukan seseorang atau pihak lain sesuai dengan apa yang menjadi haknya. Hak setiap manusia adalah diakui dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya yang sama derajatnya, yang sama hak dan kewajiban-kewajiban asasinya, tanpa membedakan suku, keturunan dan sebagainya.

Jadi orang dikatakan bersikap dan bertindak adil kalau ia tidak melanggar hak orang lain, atau secara positif memberikan kepada orang lain apa yang menjadi haknya. Seseorang merasa diperlakukan adil apabila ia menerima atau diperlukan sesuai dengan apa yang merupakan haknya. Hak setiap manusia adalah dihormati harkat dan martabatnya, derajatnya, hak-hak dan kewajiban asasinya.

Kewajiban asasi atau esensi manusia adalah keharusan melakukan suatu tindakan yang harus dipertanggungjawabkan atas pelaksanaan hak kebebasan asasi sebagai mahluk ciptaan Tuhan. Manusia bebas melakukan pilihan-pilihan, bebas menentukan sikap dan pendiriannya serta bebas menentukan dirinya sendiri. Tetapi pilihan-pilihan itu wajib dipertanggungjawabkan kepada tuntunan kodratnya sebagai mahluk Tuhan, kepada kemanusiaannya secara adil dan beradab.

Kewajiban sosial berbeda dengan kewajiban asasinya. Kewajiban sosial adalah keharusan manusia menghormati batasan-batasan kebebasannya sebagai mahluk sosial yang harus hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Batasan-batasan kebebasan sosial adalah norma-norma hukum, adat istiadat, dan sopan santun yang berlaku di dalam masyarakat yang telah merupakan kesepakatan bermasyarakat.

Dengan melaksanakan kewajiban kewajiban asasi atau esensial dan kewajiban sosial manusia bersikap adl. Karena keadilan menuntut agar apa yang kita tuntut sebagai hak kita , pada prinsipnya wajib kita akui sebagai hak orang lain juga.

Dengan demikian, keadilan justru harus memihak kepada apa yang menjadi hak oran lain. Sikap tidak berat sebelah hanya adil apabilsa sikap itu mengakui dan memperlakukan hak yang sama pihak-pihak yang bersangkutan. (DP/ diedit dari dokumen BP7)

 

 



About admin