Politik Luar Negeri RI dan Tantangan Masa Kini

Share Button

Politik luar negeri adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antarbangsa. Politik luar negeri Indonesia berdasarkan pada Pembukaan UUD 1945  yakni melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial serta penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan perikkeadilan.

Politik luar negeri merupakan proyeksi kepentingan nasional ke dalam kehidupan antarbangsa. Dengan dijiwai oleh falsafah Negara Pancasila sebagai tuntutan moral dan etika, politik luar negeri Indonesia diabdikan kepada kepentingan nasional. Dengan demikian, politik luar negeri merupakan bagian integral dari strategi nasional dan secara keseluruhan merupakan salah satu sarana pencapaian tujuan nasional.

POlitik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif. Bebas dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Aktif dalam pengertian tidak pasif, yaitu peranan Indonesia dalam percaturan internasional tidak bersifat reaktif tetapi berperan serta atas dasar cita-cita bangsa yang tercermin dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.

Karena heterogenitas kepentingan bangsa-bangsa di dunia, politik luar negeri hars bersifat kenyaldalam arti  ersikap moderat dalam hal yang kurang prinsipil dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar seperti yang ditentukan dalam pembukaan UUD 1945. Politik luar negeri juga harus lincah. Dengan dinamika perubahan-perubahan hubungan antarbangsa yang cepat dan tidak menentu di dunia, diperlukan daya penyesuaian yang tinggi demi kepentingan nasional dalam menghadapi perkembangan tersebut.

Tantangan yang Dihadapi

Situasi internasional yang selalu berkembang dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan dalam penyelenggaraan politik luar negeri yang memerlukan penanganan dan penyesuaia. Perkembangan dan kemungkinan gejolak di dunia, baik poliik maupun ekonomi harus diikui secara seksama agar dapat diantisipasi kemungkinan-kemungkinan yan dapat mempengaruhi stabilitas nasional dan menghambat pelaksanaan pembangunan.

Permasalahan dominan saat ini, danya kecenderungan dan dominasi dari Negara adiaya yang selalu memaksakan kehendaknya merupakan permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan politik lua negeri. Negara-negara yang kuat cenderung menerapkan pandangan-pandangan politiknya serta nilai-nilai yang berlaku di masyarakatnya kepada Negara lain dalam hal modal, teknologi, dan pasar.

Kecenderungan proteksionisme dan meningkatnya masalah perdagangan yang mempunyai dimensi politik merupakan hambatan bagi Indonesia untuk memperluas kegiatan perdagangan global. Sebaliknya, globalisasi ekonomi dan perkembangan teknologi mengakibatkan hubungan ekonomi internasional dan ekonomi nasional semakin tidak dapat dipisahkan karena adanya saling ketergantungan.

Dalam menghadapi tantangan pada tingkat global antara lain adanya dominasi Negara adidaya yang memaksakan kehendaknya berdampak negative bagi kepentingan Negara-negara berkembang perlu ditingkatkan kewaspadaan, keteguhan sikap, dan kemantaban ideology dalam memelihara ketahanan nasional.

Kerjasama dan persahabatan antarbangsa perlu memanfaatkan berbagai forum dan organisasi internasional, meningkatkan peranan Indonesia dalam restrukturisasi , revitalisasi dan demokratisasi PBB, serta meningkatkan kerjasama antar Negara ASEAN, Asia Pasifik, Gerakan Nonblok, OKI, dan kerjasama antar kawasan. Di samping itu hubungan lua negeri perlu dikembangkan untuk meningkatkan citra Indonesia yang positif di luar negeri, meningkatkan investasi, meningkatkan pasar komoditas ekspor Indonesia dan melindungi kepentingan dan hak-hak warga Negara Indonesia di luar negeri serta aktif dalam memberikan bantuan kemanusian di luar negeri. (DP)



About admin