Monthly Archives: September 2021

106 Tahun Kebangkitan Nasional

Pada 20 Mei 2014 lalu diadakan kegiatan Upacara bendera secara serentak dalam rangka memperingati 106 Tahun Kebangkitan Nasional (1908-2014). Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan oleh seluruh karyawan Kantor/Lembaga/Instansi Pemerintah dan Swasta di seluruh Indonesia, seluruh Lembaga Pendidikan di semua tingkatan baik negeri maupun swasta, Kantor Lembaga Negara, serta seluruh Kantor Perwakilan RI/Kedutaan Besar yang ada di luar negeri.

Tujuan peringatan 106 tahun Kebangkitan Nasional adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa kita ke depan dalam bingkai NKRI.

Tema Peringatan 106 Tahun Kebangkitan Nasional adalah “Maknai Kebangkitan Nasional Melalui Kerja Nyata Dalam Suasana Keharmonisan Dan Kemajemukan Bangsa”, dengan Sub tema: Menegakkan Demokrasi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam penyelenggaraan Pemilu yang Jujur, Adil, dan Berkualitas.

Latar Belakang Kebangkitan Nasional

Tanggal 20 Mei bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional sebagai tonggak peringatan, adalah hari berdirinya organisasi pemuda bernama Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, yang merupakan organisasi pemuda pergerakan pertama yang didirikan oleh bangsa Indonesia.
Sebelum berdirinya organisasi tersebut, Bangsa Indonesia yang sedang dijajah Belanda mengalami penderitaan dan pembodohan yang berkepanjangan. Tingkat kecerdasan rakyat pun sangat rendah.

Keadaan yang sangat buruk tersebut membuat pemuda terpelajar seperti Dr. Wahidin Soedirohoesodo melakukan gerakan. Wahidin adalah seorang murid yang cerdas dan pandai. Setelah menamatkan pendidikannya di STOVIA Jakarta ia kembali ke kota asalnya Yogyakarta mengabdikan dirinya sebagai dokter. Ia banyak bergaul dengan rakyat biasa sehingga tumbuhlah semangat nasionalisme untuk membebaskan rakyat dari kebodohan dan penjajahan.

Sebagai kaum terpelajar ia melakukannya dengan cara yang terpelajar pula. Awalnya ia mengumpulkan dana yang disebut “dana pelajar”. Kemudian melontarkan gagasan-gagasan pergerakannya melalui majalah berbahasa Jawa Ratna Dumilah.

Saat mengunjungi Jakarta dan bertemu dengan pelajar-pelajar STOVIA, ia melontarkan gagasan agar para mahasiswa segera mendirikan organisasi yang bertujuan memajukan derajat bangsa. Kemudian bersama Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA seperti Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji mereka mendirikan Boedi Oetomo pada hari Minggu tanggal 20 Mei 1908. Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik.

Dalam kata sambutannya pada hari itu, Soetomo mengemukakan gagasan organisasai ini. Bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka. Sepuluh tahun pertama Budi Utomo mengalami beberapa kali pergantian pemimpin organisasi. Kebanyakan pemimpin berasal kalangan “priayi” atau para bangsawan dari kalangan keraton, seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo, bekas Bupati Karanganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman.

Pada masa kepemimpinan Pangeran Noto Dirojo ini, Douwes Dekker, seorang Indo-Belanda yang sangat properjuangan bangsa Indonesia, dengan terus terang mewujudkan kata “politik” ke dalam tindakan yang nyata. Berkat pengaruhnyalah pengertian mengenai “tanah air Indonesia” makin lama makin bisa diterima dan masuk ke dalam pemahaman orang Jawa. Setelah itu muncullah Indische Partij yang sudah lama dipersiapkan oleh Douwes Dekker melalui aksi persnya. Perkumpulan ini bersifat politik dan terbuka bagi semua orang Indonesia tanpa terkecuali.

Sejak itu pelan-pelan organisasi-organisasi politik Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan bermunculan. Karena sebagai tonggak kebangkitan kesadaran akan harkat dan derajat bangsa Indonesia yang kelak mendorong perjuangan untuk Indonesia merdeka, hari berdirinya Boedi Oetomo kini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-106!

(DP/ berbagai sumber)