Nilai Dasar Sila Keempat dalam Pancasila

Sila keempat Pancasila mengandung nilai dasar yakni setiap permasalahan diselesaikan melalui mufakat. Dalam kehidupan bersama, bangsa Indonesia menjunjung tinggi mufakat yang dicapai dengan musyawarah. Ini tiada lain merupakan penerapan kedaulatan rakyat atau demokrasi dalam segala segi kehidupan.

Jika kita tinjau lebih dalam, demokrasi berkaitan dengan hakekat dan harkat manusia dalam mencapai cita-cita hidupnya. Dalam interaksi tersebut diatur hak, wewenang dan kewajiban masyarakat untuk terlibat dalam suatu usaha bersama (anggota, warga Negara , warga dunia). Pengaturan hak, wewenang dan kewajiban itu memberi ciri dalam berbagai bentuk demokrasi.

Indonesia mengenal demokrasi dalam bentuk demokrasi Pancasila. Dalam penentuan keputusan, demokrasi Pancasila tidak mengutamakan voting atau pemungutan suara, separuh jumlah tambah satu dan persentase mayoritas. Pelaksanaan demokrasi yang seperti itu digunakan oleh Negara-negera berpaham demokrasi liberal.

Dalam pelaksanaan demokrasi Pancasila , setiap orang dibenarkan ikut serta dalam musyawarah untuk mengambil keputusan. Mereka dapat mengeluarkan pendapat, pikiran dan pandangannya. Namun pandangan tersebut harus didasarkan pada pemikiran dan akal sehat manusia atau didasarkan pada pemikiran yang rasional dan bermutu tinggi.

Bermutu tinggi berarti berkualitas dan tidak bertentangan dengan kepentingan rakyat, persatuan dan kesatuan bangsa serta dasar Negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang kita sebut dengan Pancasila. Jadi setiap perbedaan dalam iklim demokrasi Pancasila dipecahkan melalui kesepakatan bersama atau mufakat. Apabila mufakat telah tercapai, maka setiap orang wajib dengan ikhlas dan legowo menerima dan melaksanakan keputusan tersebut dengan sebaik-baiknya. (DP/ diedit dari dok BP7)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *